Jumat, 08 Maret 2013

SEJARAH BETON


SEJARAH BETON
Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Beton sendiri adalah merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan aggregat. Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah.
Menurut Nawy (1985:8) beton dihasilkan dari sekumpulan interaksi mekanis dan kimia sejumlah material pembentuknya. DPU-LPMB memberikan definisi tentang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air,dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk massa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).
Pada tahun 1801, F. Coignet menerbitkan tulisannya tentang prinsip-prinsip konstruksi dengan meninjau kelemahan bahan beton terhadap tariknya. Kemudian pada tahun 1850, J.L.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk di pamerkan pada pameran dunia tahun 1855. Lalu J. Monir, seorang ahli taman dari Prancis, mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi tariknya pada tempat tamannya. Pada tahun 1886,seorang warga negara Jerman yang bernama Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori dan perancangan struktur beton. Sejarah penemuan teknologi beton  dimulai dari :
  • Aspdin (1824) Penemu Portland Cement;
  • J.L Lambot (1850 ) memperkenal konsep dasar konstruksi komposit (gabungan dua bahan konstruksi yang berbeda yang bekerja bersama – sama memikul beban);
  • F. Coignet (1861) melakukan uji coba penggunaan pembesian pada konstruksi atap, pipa dan kubah;
  • Gustav Wayss & Koenen ( 1887) serta Hennebique memperkenalkan sengkang sebagai penahan gaya geser dan penggunaan balok “ T ” untuk mengurangi beban akibat  berat sendiri;
  • Neuman  melakukan analisis letak garis netral;
  • Considere menemukan manfaat kait pada ujung tulangan; dan
  • E. Freyssinet memperkenalkan dasar – dasar beton pratekan.
Contoh Pemakaian Konstruksi Beton pada Jamannya:
  • Bangunan kubah Pantheon didirikan th 27 SM;
  • Pemakaian Pot bunga dari beton yang menggunakan kawat anyaman (produk dipatenkan oleh Joseph Monier tahun 1867);
  • Pembuatan kapal beton yang dilengkapi penulangan (tahun 1855);
  • Jembatan Lamnyong-Darussalam; dan
  • Menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Sejarah Analisis dasar perhitungan di Indonesia:
  • PBI 1955 – PBI 1971  yang lebih dikenal dengan perhitungan lentur cara – n; dan
  • SK SNI 1991 ( T-15-1991-03) tentang Standar  Tata Cara Perhitungan Struktur Beton.

Sifat dan karakteristik beton:
  • Karakteristik beton adalah mempunyai tegangan hancur tekan yang tinggi serta tegangan hancur tarik yang rendah;
  • Beton tidak dapat dipergunakan pada elemen konstruksi yang memikul momen lengkung atau tarikan;
  • Beton sangat lemah dalam menerima gaya tarik, sehingga akan terjadi retak yang makin – lama makin besar;
  • Proses kimia pengikatan semen dengan air menghasilkan panas dan dikenal dengan proses hidrasi;
  • Air berfungsi juga sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antar butiran sehingga   beton dapat dipadatkan dengan  mudah;
  • Kelebihan air dari jumlah yang dibutuhkan akan menyebabkan butiran semen berjarak semakin jauh sehingga kekuatan beton akan berkurang;
  • Dengan perkiraan komposisi (mix desain) dibuat rekayasa untuk memeriksa dan mengetahui perbandingan campuran agar dihasilkan kekuatan beton yang tinggi;
  • Selama proses pengerasan campuran beton, kelembaban beton harus dipertahankan untuk mendapatkan hasil yang direncanakan;
  • Setelah 28 hari,  beton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja padanya;
  • Untuk menjaga keretakan yang lebih lanjut pada suatu penampang balok, maka dipasang tulangan baja pada daerah yang tertarik;
  • Pada beton bertulang memanfaatkan sifat beton yang kuat dalam menerima gaya tekan serta tulangan baja yang kuat menerima gaya tarik;
  • Dari segi biaya, beton menawarkan kemampuan tinggi dan harga yang relative rendah;
  • Beton hampir tidak memerlukan perawatan dan masa konstruksinya mencapai 50 tahun serta elemen konstruksinya yang mempunyai kekakuan tinggi serta aman terhadap bahaya kebakaran;
  • Salah satu kekurangan yang besar adalah berat sendiri konstruksi; dan
  • Kelemahan lainnya adalah perubahan volume sebagai fungsi waktu berupa susut dan rangkak.
Beton dibedakan dalam 2 kelompok besar yaitu:
  • Beton keras
Sifat-sifat beton keras yang penting adalah kakuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan dan regangan, susut dan rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap air . Dari semua sifat tersebut yang terpenting adalah kekuatan tekan beton karena merupakan gambaran dari mutu beton yang ada kaitannya dengan strukturt beton. Berbagai test uji kekuatan dilakukan pada beton keras ini antara lain:
  1. Uji kekuatan tekan (compression test);
  2. Uji kekuatan tarik belah (spillting tensile test);
  3. Uji kekuatan lentur;
  4. Uji lekatan antara beton dan tulangan; dan
  5. Uji Modulus Elastisitas dan lain sebagainya.
  • Beton segar
Ada 2 hal yang harus dipenuhi ketika membuat beton:
  1. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu lama oleh beton yang mengeras, seperti kekuatan, keawetan, dan kestabilan volume; dan
  2. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu pendek ketika beton dalam kondisi plastis (workability) atau kemudahan pengerjaan tanpa adanya bleeding dan segregation.
Walaupun begitu adalah penting untuk mendapatkan beberapa dari sifat workabilitas karena penting untuk control kualitas. Pengukuran workabilitas yang telah dikembangkan antara lain:
  1. Slump test;
  2. Compaction test;
  3. Flow test;
  4. Remoulding test;
  5. Penetration test; dan 
  6. Mixer test.

METODOLOGI PENELITIAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Pengertian Metodologi
          Metodologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara-cara atau metode-metode yang tepat digunakan dalam menjawab permasalahan. Biasanya metodologi sangat erat sekali dengan ilmu statistika. Metodologi juga mengandung makna yang lebih luas menyangkut prosedur dan tata cara melakukan verifikasi data yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan atau menjawab pertanyaan.   
Peranan metodologi sangat penting dalam menghimpun data yang diperlukan. Bisa diasumsikan metodologi ini sangat berpengaruh dalam pelaksanaan prosedur yang diambil. Prosedur ini tentunya harus memenuhi tata cara yang ilmiah sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Tentunya tata cara ilmiah diambil agar suatu pendapat, asumsi maupun teori yang diusulkan dapat diterima secara akademis.
Harun Al Rasyid berpendapat, statistika sosial adalah seperangkat metode yang membahas: 1). Cara mengumpulkan data yang dapat memberikan informasi yang optimal, 2). Bagaimana cara meringkas, 3). Bagaimana cara melakukan analisis terhadap data dengan menggunakan strategi tertentu. 4). Bagaimana cara menarik kesimpulan dan menyarankan keputusan yang sebaiknya diambil. 5). Bagaimana cara menentukan besarnya resiko kekeliruan dalam mengambil keputusan.

B.     Pengertian Penelitian
Penelitian adalah suatu kegiatan individu untuk mengetahui, memahami bisa jadi sampai ke analisis permasalahan yang menarik untuk dibahas. Penelitian sering dilakukan oleh mahasiswa yang akan mendapatkan gelar akademik. Penelitian juga sering dilakukan oleh para dosen maupun peneliti. Penelitian yang dilakukan adalah untuk perkembangan, kemajuan dan kemaslahatan masyarakat banyak.
Beberapa jenis penelitian diantaranya: penelitian komputer, penelitian pertanian, penelitian kimia, penelitian obat, penelitian ekonomi, penelitian cuaca, penelitian infrastruktur dan masih banyak lagi. Biasanya penelitian ini adalah untuk menjawab fenomena permasalahan yang timbul dimasyarakat. Semisal tentang flu burung, peneliti segera untuk meneliti tentang penangkal flu burung. Gempa gunung merapai yang terjadi bulan desember 2010, peneliti segera meneliti tentang gunung berapi sekaligus juga meneliti tentang kondisi masyarakat. Peneliti ekonomi segera menganalisa tentang ekonomi yang ada dan segera digerakkan.
 
C.    Pengertian Metodologi Penelitian
Dari beberapa pengertian diatas maka dapatlah disimpulkan metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari tentang cara meneliti permasalahan yang diambil dengan instrumen sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sedangkan instrumen adalah alat ukur atau alat pengukuran seperti: tes, kuesioner, observasi. Hasil dari alat ukur kemudian diolah dengan analisis data. Analisis data sering menggunakan statistika.
Peranan metodologi penelitian sangat menentukan dalam upaya menghimpun data yang diperlukan dalam penelitian. Metodologi penelitian ini akan memberikan gambaran terhadap pelaksanaan penelitian atau petunjuk bagaimana penelitian ini dilaksanakan. Bagaimana prosedurnya, jenis data apa yang dikumpulkan, alat ukur (instrumen) apa yang dipakai, bagaimana populasinya, berapa sampel yang dugunakan, metode sampel yang dipakai, uji dan pengolahan apa yang digunakan.  
   Pada penelitian kuantitatif pengolahan data dalam menjawab hipotesa menggunakan teknik-teknik metode statistika. Menurut Ating Somantri dan Sambas, beberapa fungsi statistika, ialah:
1.      Meningkatkan efisiensi.
2.      Menyimpulkan dari data-data yang diperoleh.
3.      Menginterpretasikan dan menarik kesimpulan, sehingga menghasilkan penelitian yang tepat.
4.      Memperkirakan gambaran yang akan datang.
5.      Menaganalisa dari fenomena yang terjadi dengan sejumlah faktor yang komplek.      



Ciri statistika menurut Anas Sudijono:
1.      Statistika selalu bekerja dengan angka maupun bilangan. Jika data yang diperoleh bersifat keterangan maka keterangan tersebut harus dinilaikan atau dibuat skor. Misal: kegemaran membaca, rendah skor 1, sedang skor 2, tinggi skor 3.
2.      Statistika bersifat obyektif. Hasil dari kesimpulannya harus menggambarkan situasi sebenarnya.
3.      Statistika bersifat universal. Hasil dari kesimpulannya dapat diaplikasikan pada permasalahan yang sama meskipun tempat yang berbeda.
Pada umumnya kegunaan dari statistika adalah untuk meramalkan kejadian-kejadian yang didasarkan pada data-data yang telah ada atau telah diketahui. 
a).    Statistika dapat menggambarkan data dalam bentuk tertentu.
Tanpa statistika maka data akan menjadi kabur dan tidak jelas, misalnya Beberapa siswa dari 120 orang siswa yang menempuh Ujian Nasional Matematika dinyatakan lulus (pernyataan tidak jelas).
b).    Statistika dapat memberikan metode / cara mencatat data secara matematis dan sistematis.
c).    Statistika dapat menyederhanakan penyajian data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti, data tersebut dapat dibuat dalam bentuk table, grafik, maupun diagram.
d).   Statistika merupakan teknik untuk membuat perbandingan dengan penyederhanaan data dalam bentuk rata-rata, persentase. Dengan statistika kita akan mudah membandingkan suatu kelompok data dengan kelompok data yang lain.
e).    Statistika memberikan petunjuk bagi peneliti supaya berpola pikir dan bekerja dengan pasti serta mantap dalam melakukan penelitian.
f).     Statistika merupakan alat bagi peneliti untuk menganalisis proses sebab akibat yang kompleks dan rumit.
Pada ilmu komputer motodologi penelitian sangatlah penting diantaranya untuk:
a).    Memberikan gambaran tentang aplikasi komputer yang diminati masyarakat kepada perusahaan.
b).    Menyajikan data tentang penjualan teknologi komputer pada suatu perusahaan.
c).    Menyajikan data tentang income (pendapatan) atau expence (pengeluaran) suatu perusahaan perakit komputer.
d).   Menyajikan data tentang perkembangan pendapatan atau laba antara periode satu dengan periode lain di perusahaan komputer.
e).    Memahami tren pasar model komputer yang diminati konsumen.

JURNAL


Building is a place of activity and interaction among it’s occupants. There fore, the protectian of the strength of building structure must be noticed well. Same dangers that likely to happen are flood, eartquake and corrosive. This research is aimed at knowing the strength of concrate residue. The method used in this research are visual observation, distructive and non destructive test. Distructive method uses hammer test, while non destructive uses compresssion test machine. The result of hammer test is counted by normal and homogeneuos data test. Then, the result of distructive and non destructive test are declaredto be received if the width more than 80% the strength of concrate residue (250kg/cm 2).  It can be concluded that the result of destructive, non destructive and analysis are the demage of building 10.1 %, wall 8.5 %, column 1.4 % (there are two column damage), bean 0.3 % (one beam demage). Several damagae building structure are strengthened by carbon fibre stripe.

Senin, 16 Januari 2012

PERBAIKAN STRUKTUR BAJA


1.     Buat artikel tentang baja yang anda ketahui.

2.     Rencanakan sebuah konstruksi rumah toko dengan ukuran tanah 300m2.  Pada bagian depan dipergunakan untuk lahan parkir. Sedangkan untuk bangunannya 150 m2 dengan jarak kolom 3m dan ketinggian kolom 4m. Bangunan tersebut dua lantai berukuran 10 m  x  15 m. Rencanakan  kolom dan atap dengan konstruksi peofil baja.
Mutu beton yang digunakan fc’ = 20 MPa dan fy = 300 MPa.
Kolom bawah PD= 37,1 kN dan PL = 13,6 kN
Kolom atas PD =60,0 kN dan PL = 23,1 kN
Ada beberapa yang belum diketahui silahkan drencanakan sendiri.

Tugas dijilid yang rapi dan diberi sampul dengan judul Remidi STRUKTUR BAJA limited edition, diberi nama nomer mahasiswa.

Semoga bermanfaat selamat sukses selalu

Senin, 02 Januari 2012

TUGAS BETON 2


Rencanakan sebuah konstruksi rumah toko dengan ukuran tanah 300m2.  Pada bagian depan dipergunakan untuk lahan parkir. Sedangkan untuk bangunannya 150 m2 dengan jarak kolom 3m dan ketinggian kolom 4m. Bangunan tersebut dua lantai. Rencanakan demensi kulom dan balok beserta tulangannya.
Mutu beton yang digunakan fc’ = 20 MPa dan fy = 300 MPa.
Kolom bawah PD= 37,1 kN dan PL = 13,6 kN
Kolom atas PD =60,0 kN dan PL = 23,1 kN
Ada beberapa yang belum diketahui silahkan drencanakan sendiri.

Tugas dijilid yang rapi dan diberi sampul dengan judul tugas beton2, diberi nama nomer mahasiswa.

Semoga bermanfaat selamat sukses selalu